Nama : Muh Rafly Putmanal
Nim : C1D323100

Beberapa hari lalu, masyarakat Toba sempat digemparkan oleh kabar puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti yang mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 81 siswa dilaporkan sempat mual, muntah, hingga mengalami sesak napas. Sebagai warga, saya turut prihatin mendengar kabar itu. Program yang sejatinya bertujuan menyehatkan anak-anak justru sempat membuat mereka harus dirawat di rumah sakit.
Syukurlah, kini seluruh siswa tersebut telah dinyatakan sembuh dan telah kembali beraktivitas seperti biasa. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menegaskan bahwa para siswa sudah pulih sepenuhnya. Pemerintah Provinsi Sumut juga telah menurunkan tim gerak cepat untuk menangani dugaan keracunan dan memastikan hal serupa tak terulang lagi.
Dari sisi kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy menjelaskan bahwa sampel muntahan dan makanan telah dikirim ke laboratorium dan BBPOM Medan untuk diteliti. Sementara itu, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat telah ditutup sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan.
Sebagai warga, saya menilai langkah pemerintah ini sudah tepat. Namun, kejadian di Toba menjadi pengingat penting bahwa setiap program, meskipun niatnya baik, harus dijalankan dengan pengawasan ketat. Apalagi menyangkut makanan anak sekolah generasi penerus bangsa yang seharusnya mendapat asupan bergizi dan aman.
Saya berharap, setelah kejadian ini, pemerintah lebih serius dalam memastikan keamanan pangan dan kebersihan dapur penyedia MBG. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang kini sedang dipercepat penerbitannya perlu dijadikan syarat wajib sebelum dapur MBG beroperasi. Jangan sampai niat baik untuk menyehatkan malah berujung pada risiko kesehatan bagi anak-anak.
Sebagai warga, kita juga bisa berperan aktif. Misalnya, dengan mengawasi kualitas makanan yang disajikan di sekolah, atau melapor jika ada keluhan dan tanda-tanda mencurigakan. Gotong royong antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat akan membuat program seperti MBG benar-benar membawa manfaat bagi anak-anak Indonesia.
Karena sesungguhnya, makanan bergizi bukan hanya tentang kenyang tapi tentang keamanan, kepercayaan, dan masa depan generasi muda kita.